Berita Terkini

Foto bagi-bagi jam tangan beredar di media sosial

intriknews.com - Kampanye Agus -Sylvi di Sentul diwarnai isu pembagian jam tangan mewah. Foto-foto banyak beredar di media sosial.

"Bikin pertemuan RT/RW di Sentul yg hadir pasti bnyk donk, dpt jam, transport 500 ribu/orng, duit Cagub @AgusYudhoyono emang tak berseri­čśő," cuit pemilik akun kangdede78.

"Wah,, saat kampanye di Sentul ada acara bagi2 jam tangan ya @AhyCenter pengen menang tp kotor," kata Maria_Wong99.

Foto jam tangan berwarna hitam emas lengkap dengan kotaknya beredar massif lengkap dengan gambar pasangan Agus-Sylvi.

Dilansir Kompas, juru bicara tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Rico Rustombi, membantah pihaknya mengeluarkan jam tangan berlogo "Agus-Sylvi".

"Ada jam tangan dengan berlogo Agus-Sylvi, apakah itu black campaign (kampanye hitam)? Yes (ya)," kata Rico di GOR Pertamina, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2017).

Rico menjelaskan, kampanye hitam dengan cara penyebaran isu jam tangan berlogo Agus-Sylvi itu sama seperti spanduk yang bertuliskan "Agus-Sylvi hanya untuk umat Islam bila terpilih memimpin Jakarta periode 2017-2022".

Rico menjelaskan, bila ada relawan yang memproduksi jam tersebut, maka tim pemenangan akan mengetahui.

Agus Sylvi

intriknews.com - Pasangan Agus Yudhoyono, Sylviana Murni tersandung kasus korupsi yang diduga melibatkan dirinya. Tidak hanya itu, ternyata suami Sylvi juga sedang terlilit kasus korupsi lainnya.

Seperti diberitakan netralnews, Sylvi diduga terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz yang berada di lingkungan Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Masjid tersebut dibangun ketika Sylviana yang kala itu menjabat Wali Kota Jakarta Pusat. Setelah mantan none Jakarta itu dipromosikan menjadi Asisten Pemerintahan Pemprov DKI, posisinya digantikan oleh Saefullah yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) DKI.

Masjid Al Fauz diresmikan oleh Fauzi Bowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Peresmian masjid dilakukan pada 30 Januari 2011.

Terkait tudingan adanya korupsi dalam pembangunan masjid tersebut, Sekda DKI Jakarta, Saefullah menjelaskan ada kelebihan anggaran dalam pembangunan Masjid Al Fauz di kompleks kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Sementara itu, suami Sylvi sempat dipanggil Bareskrim Polri terkait dugaan Makar yang dilakukan oleh Sri Bintang Pamungkas. Gde Sardjana dimintai keterangan mengenai aliran dana ke Jamran yang merupakan tersangka kasus penyebarluasan ujaran kebencian dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Tapi yang pasti, dari tim pemenangan Agus-Sylvi terkait pemanggilan Gde sebagai saksi, kami yakin Pak Gde tak ada kaitan dengan isu makar," ujar Rico Rustombi di Tempo, (30/12) yang lalu.

Ia pun menambahkan, Gde akan patuh dan bekerja sama dengan kepolisian untuk meluruskan isu makar tersebut.

Akibat dua isu ini, elektabilitas pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni merosoto. Dilansir Okezone, Senin (6/2) kemarin, dalam hasil survei Media Survei Nasional (Median), Agus-Sylvi berada di urutan paling buncit elektabilitasnya. Yakni, hanya 26, 1 persen. Sementara dua rivalnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 29,8 persen, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno 27,8 persen.


intriknews.com - Tenaga Kerja Asing (TKA) yang datang ke Indonesia diketahui ada yang berprofesi sebagai buruh kasar. Hal ini menjadi sorotan dan menjadi kekhawatiran masyarakat ditengah tingkat pengangguran yang masih tinggi dan sempitnya lapangan pekerjaan. 

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie menyebutkan sebanyak 27, 204 tenaga kerja China masuk ke Indonesia sepanjang 2016 sebaimana diwartakan Liputan6, Sabtu (24/12).


Plt Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Kemenakertrans, Maruli Apul Hasoloan, mengakui ada tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia berprofesi sebagai tukang gali pasir alias pekerja kasar.

Meski demikian, Maruli Apul mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan izin pekerja untuk pekerjaan kasar tersebut.

"Kalau kasus saya akui memang ada. Tapi kalau izin yang resmi itu tidak ada," kata Maruli Apul dikutip dari laman Tribunnews, Sabtu (24/12).

Menurut Maruli, pekerja asing yang diperkenankan bekerja di Indonesia adalah level direktur, komisaris atau profesional dan supervisor.

Maruli berharap apabila masyarakat menemukan tenaga kerja asing melakukan pekerjaan mencangkul di Indonesia agar segera melapor.

Terpisah,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan, UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan hanya membolehkan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang memiliki keahlian khusus untuk bekerja di Indonesia. Karenanya, pekerja asing yang tidak memiliki keahlian khusus tidak boleh diizinkan masuk.

"Kita tidak menerima TKA pegawai rendahan, buruh kita tidak terima," kata Fahri sebagaimana dilansir RMOL, Jumat (23/12).

Dalam UU Ketenagakerjaan itu pun menurutnya, mewajibkan pekerja asing untuk mengajarkan keahlian khususnya itu kepada pekerja lokal.

"Jadi ada spesifikasi tenaga kerja yang disahkan dan dilegalkan bekerja di Indonesia sebagai orang asing. Tidak boleh ada kerja sama diam-diam apalagi private to private, seolah-olah kalau ada investasi, tenaga kerjanya bisa didatangkan secara ilegal. Itu tidak boleh, negara ada hukumnya, negara ada aturannya," ungkap Fahri.

 Hiasan Natal bertuliskan Lafadz Allah yang dipajang oleh Hotel Novita Jambi

intriknews.com - Kasus penistaan agama Islam kembali terjadi, kali ini terjadi di Hotel Novita Jambi dimana didalam hotel tersebut dipajang hiasan natal dengan tulisan Allah.

Tampak Hiasan natal berupa miniatur gereja dibagian bawah hiasan natal ini bertuliskan Allah yang dibuat di lantai dan berbentuk telapak kaki manusia. Gambar hiasan natal ini langsung tersebar di media sosial dan mendapatkan kecaman dari masyarakat Jambi.

Ratusan warga dan anggota ormas FPI mengadakan aksi di depan pintu Novita. Dengan mengucapkan takbir, Allahhu akbar, mereka menuntut Hotel Novita ditutup. "Tutup Novita... tutup Novita," katanya dikutip dari laman Sindonews, Sabtu (24/12).

Puluhan petugas gabungan Polresta dan Polda Jambi berpakaian dan bersenjata lengkap terus berjaga di pintu masuk hotel.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha didampingi Kapolresta Jambi Kombes Pol Bernard Sibarani serta Dandim 042/Batanghari Letkol Inf Denny yang datang ke lokasi langsung mengadakan rapat tertutup.

Setengah jam kemudian, ketiganya keluar dengan membawa secarik kertas. Usai menemui ratusan warga, Wali Kota Jambi menyegel pintu masuk hotel.

Kertas bertuliskan tangan "Maaf Hotel ini Dihentikan Operasinya" dan ditandatangani Wali Kota Jambi Syarif Fasha langsung ditempelkan wali kota di pintu masuk.

"Hotel ini sudah saya tutup dan dihentikan operasinya," tegasnya dan disambut sorakan ratusan massa seraya meneriakkan takbir.

Fasha menyakinkan massa agar mempercayakan kasus ini ke pihak berwajib. "Percayakan dengan saya, managemen lagi diperiksa polisi," katanya.

GM Novita Hotel, Husairi mengatakan, dirinya tidak tahu ada ukiran tersebut. Menurut dia, ornamen tersebut dibuat sejak dua minggu yang lalu. "Kita tiap tahun sama buat seperti itu, siang tadi belum ada. Staf kita yang buat ornamennya. Kita akan periksa staf kita nanti," ujarnya

Gubernur Jambi, Zumi Zola, saat meninjau langsung lokasi tampak marah besar. Karena tulisan Allah di ornamen natal dibuat di karpet warna hijau di dalam gambar seperti telapak kaki itu. Saat melihat ornamen ini, Zumi Zola didampingi pihak kepolisian. “Saya minta ini diusut tuntas," tegas Zola.

Zumi Zola sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, ini harus diselesaikan secara hukum, mohon semua pihak agar menjaga keamanan tetap kondusif.

"Situasi sangat sensitif sekali, jadi harus saling menghormati. Saya sangat keberatan apabila pihak menajemen tidak menerima kejadian ini. Saya akan menegur secara keras kepada pihak hotel. Saya sudah bicara kepada Kapolda Jambi harus ada yang bertanggung jawab dan selesaikan secara hukum," tegas Zola, dikutip dari laman Sindonews, Sabtu (24/12).

Zumi Zola juga berpesan ke semua pihak untuk menjaga perdamaian. Dirinya sangat menyayangkan kejadian ini. “Kita minta permasalahan ini ditindaklanjuti, dan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” ujar Zola sebagaimana diwartakan Kilasjambi, Jumat (23/12).

Saat ini pihak kepolisian sedang mengusut kasus tersebut. Terlihat hiasan natal tersebut dipasang police line guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saya minta kepada semua pihak menjaga situasi. Serahkan kepada kami pihak kepolisian,” ujar Wakapolresta Jambi, AKBP Sri Winugroho kepada wartawan.

Pihak Kepolisian Resort Kota Jambi telah membawa pengelola hotel Novita Jambi dan saksi-saksi ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara Kapolda Yazid Fanani berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Yazid juga mengungkapkan telah memerintahkan anggotanya untuk memeriksa manajemen Hotel Novita dan beberapa saksi.

"Ya kasus ini sedang kita dalami, semua saksi dan manajemen hotel akan kita periksa," ujar Yazid kepada awak media sebagaimana dilansir Islamedia, jum'at(23/12/2016).


intriknews.com - Banjir bandang melanda kota Bima sejak Rabu 21 Desember 2016. Akibat banjir bandang tersebut, ribuan rumah terendam dan ratusan ribu warga yang terkena dampak menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang lebih aman seperti diatas masjid dan bukit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Muhammad Rum melaporkan perkembangan penanganan banjir.

“Saat ini sebagian banjir telah surut. Hanya menyisakan genangan dan lumpur. Sebagian besar pengungsi telah pulang kembali ke rumahnya masing-masing," ungkap Muhammad Rum sebagaimana dilansir Republika, Sabtu (24/12)

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi empat puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan satu kantor labkesda. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.

Upaya penanganan darurat banjir terus dilakukan oleh BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemenkes, Kemensos, Kemen PU Pera, Tagana, SKPD Kota Bima, NGO, dunia usaha, relawan seperti dari PKPU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Senkom Polri dan lainnya, dan masyarakat. Masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017.

Distribusi bantuan pangan disalurkan melalui kelurahan. Telah dibuka dapur umum lapangan di empat lokasi oleh TNI, BPBD dan Tagana, dan rencana akan dibuka dapur umum lapangan di dua lokasi oleh PMI. BPBD Provinsi NTB telah memberikan bantuan pangan tiga truk dan satu paket obat untuk korban banjir.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.